Saturday, April 30, 2016

KENALI BERBAGAI FAKTOR RISIKO KANKER PARU- PARU


Merokok menjadi salah satu fakor risiko kanker paru-paru. Selain itu, ada faktor lain yang tidak bisa dikesampingkan.

"Kebiasaan merokok berhubungan dengan sekitar 70% kematian akibat kanker paru," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), Kemenkes RI, Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP (K), MARS, DTM&H, DTCE.

Dalam keterangannya kepada wartawan dan ditulis pada Sabtu (1/8/2015), Prof Tjandra menyebutkan bahan lain yang juga faktor risiko kanker paru adalah radon, asbestos, arsenik, berilium dan uranium, serta riwayat radiasi. Mempunyai penyakit paru lain  seperti emfisema, bronkitis kronik, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dan TB juga meningkatkan risiko terkena kanker paru.

"Riwayat keluarga yang juga menderita kanker paru, serta pernah mengalami kanker di alat tubuh lain juga menjadi faktor risiko.  Kemudian, risiko mendapat kanker paru meningkat dengan pertambahan usia, dan laki-laki lebih sering dari perempuan," lanjut Prof Tjandra.

Untuk gejala kanker paru di antaranya perubahan jenis dahak, nyeri dada atau punggung, batuk darah, dan sulit menelan. Kanker paru adalah salah satu kanker terbanyak di dunia dengan tingkat kematian lebih banyak daripada gabungan kematian akibat kanker payudara, kolon dan prostat.


Satu dari lima kematian akibat kanker di dunia terjadi akibat kanker paru, dan setiap tahun ada lebih dari 1,8 juta kasus kanker paru baru di dunia. Sementara itu, dikatakan Prof Tjandra, estimasi WHO tentang 10 penyebab kematian di dunia tahun 2015 menunjukkan bahwa kanker paru, trakea dan bronkus merupakan penyebab kematian ke-7 di dunia.

"Tanggal 1 Agustus ini diperingati sebagai World Lung Cancer Day. Maka dari itu, menghindari faktor risiko dan melakukan deteksi dini akan amat berperan untuk keberhasilan pengobatan," ucap Prof Tjandra yang juga Guru Besar Pulmonologi & Ilmu Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ini.
Share:

PRO KONTRA PENGHAPUSAN SISTEM 3 IN 1



 http://cdn.metrotvnews.com/dynamic/content/2016/04/15/513965/lynqbvkxpI.jpg?w=635
Pro-kontra masih mewarnai wacana penghapusan sistem pembatasan kendaraan 3 in 1 di Jakarta. Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, akhirnya memutuskan untuk memperpanjang uji coba mulai 14 April hingga 14 Mei 2016 mendatang.
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, berharap perpanjangan uji coba ini menghasil data yang objektif, agar dapat menjadi dasar pemerintah dalam mengambil keputusan. Guna mendapatkan hasil objektif, Ditlantas Polda Metro Jaya tidak melakukan langkah berlebihan sepanjang uji coba itu.
"Dalam rangka antisipasi uji coba perpanjangan ini, Ditlantas tidak berlebihan. Ditangani petugas rutin. Mereka sudah cukup banyak dari Utara Thamrin, Sudirman Barat, itu sudah 200 lebih," ujar Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, beberapa waktu lalu.
Dikatakan Budiyanto, alasan tidak melakukan langkah berlebihan, agar hasil uji coba alami sesuai keadaan di lapangan. "Sehingga nanti hasilnya objektif. Kalau nanti kita menambah personel atau kita melakukan rekayasa, hasilnya kurang obyektif. Jadi kita biasa-biasa saja. Kecuali nanti hasilnya sudah diputuskan, baru kita dukung," ungkapnya.
Budiyanto menyampaikan, perpanjangan masa uji coba penghapusan 3 in 1 merupakan hasil rapat yang digelar Dishub DKI Jakarta, Ditlantas Polda Metro Jaya, pengamat transportasi, danstakeholder lainnya, Kamis (14/4) kemarin.
"Pada rapat memang muncul beberapa masukan antara lain, meminta uji coba jangan satu minggu karena kurang. Ada pro dan kontra, ada yang minta dilanjutkan dan ada yang dihapuskan. Kalau dari Ditlantas kalau bisa 3 in 1 tetap berjalan sebelum ada penggantinya. Namun karena hasil rapat uji coba dilanjutkan, ya kami mengikuti saja. Uji coba ditambah empat minggu, terhitung mulai tanggal 14 April sampai 14 Mei," katanya.
Menurutnya, pakar transportasi memberikan masukan bahwa dalam perpanjangan uji coba jangan hanya mengukur volume kendaraan, namun waktu tempuh. "Mudah-mudahan nanti, setelah ditambah empat minggu bisa digunakan sebagai bahan evaluasi, sehingga hasilnya lebih objektif. Kemudian, digunakan sebagai dasar memutuskan suatu kebijakan final dari pak gubernur, karena nanti akan direkomendasikan ke pak gubernur," katanya.
Budiyanto menyebutkan, hasil uji coba tahap pertama terjadi peningkatan volume kendaraan rata-rata sebesar 24,35 persen. Misalnya dari Kebon Sirih, Sarinah, Bundaran HI, peningkatan bisa 65 persen lebih. Kemudian, dari Semanggi mengarah Bundaran Senayan 80 persen. Namun ada juga yang peningkatannya kecil 7 persen. Sementara itu, ada juga penurunan volume seperti di Jalan KS Tubun, Rasuna Said, Palmerah. "Selama 3 in 1, jalan-jalan itu digunakan sebagai jalan alternatif," tambahnya.
ERP Pilihan Tepat Pengganti 3 In 1

Sejumlah wacana kebijakan pengganti muncul di tengah polemik penghapusan 3 in 1, antara lain ganjil-genap, Electronic Road Pricing (ERP), hingga 4 in 1.

Budiyanto mengatakan, sistem ERP merupakan pilihan yang paling tepat untuk menggantikan 3 in 1. Namun hal ini masih lama karena ERP membutuhkan proses cukup panjang, seperti lelang, SDM dipersiapkan, sarana-prasarana, back office/data base, dan payung hukumnya. "Menurut saya yang paling tepat penggantinya ERP. Kalau nanti itu sebagai embrio penegakan hukumnya, kalau data base belum valid ya susah," tandasnya.
Share:

DAMPAK NEGATIF REKLAMASI TELUK JAKARTA



 http://cdn.jitunews.com/dynamic/article/2016/03/02/32175/vxZzy9of8c.jpg?w=630
Terdapat bermacam dampak reklamasi daerah pesisir pantai yang banyak dilakukan pada negara atau kota maju dalam rangka memperluas daratan sehingga bisa digunakan untuk area bisnis, perumahan,wisata rekreasi dan keperluan lainya. selalu ada dampak positif dan negatif dalam setiap kegiatan termasuk dalam hal pengurugan tepi laut ini, bisa jadi yang melakukan kegiatan hanya mendapat keuntunganya saja sementara kerugian harus ditanggung oleh pihak yang tidak mengerti apa-apa, tanpa disadari banyak daerah pesisir pantai terpencil yang hilang karena aktifitas reklamasi ini.Proyek reklamasi ini pernah digugat Kementerian Lingkungan Hidup walaupun kalah di tingkat kasasi. Meski demikian, reklamasi tetap bisa diteruskan selama memperhatikan sejumlah aspek seperti sosial, ekonomi, dan lingkungan. Namun reklamasi seharusnya untuk kepentingan publik, jangan memikirkan kepentingan pengembang saja.

  1. Proyek reklamasi di Teluk Jakarta tak layak dari aspek lingkungan. Jika alasan pemerintah provinsi beralasan meniru negara lain yang melakukan reklamasi, hal itu dianggap keliru. Bahkan dua negara yang telah mengerjakan reklamasi yakni Korea Selatan dan Jepang justru menyesal. Negara lain ada dua negara yang menyesal setelah melakukan reklamasi, Korea Selatan dan Jepang. Beberapa ahli berpendapat kalau dipertimbangkan lagi memang secara teknis proyek ini tidak layak. Setelah Korea Selatan melakukan reklamasi tiga kali itu akhirnya melakukan moratorium atau penundaan. Demikian juga Jepang mulai merestorasi atau mengembalikan kondisi seperti semula setelah melakukan reklamasi masif. Benerapa pakar di Jepang saat pertemuan di kongres kelautan Asia Timur di Vietnam yymenyesal melakukan reklamasi, jadi di Indonesia sebaiknya juga dihentikan. Jika proyek reklamasi ini tetap diteruskan, lanjutnya, dapat berdampak pada kematian makhluk hidup di dalam laut dan penurunan kecepatan arus yang membuat sirkulasi air tidak berjalan lancar.

  1. Reklamasi Teluk Jakarta juga dinilai tidak bermanfaat sama sekali bagi lingkungan. Hal ini mempertegas informasi bahwa ada yang menyebut reklamasi bisa mengurangi banjir. Malah bisa memperparah, tidak ada manfaat bagi lingkungan sama sekalli. Dari sisi lingkungan reklamasi tidak bisa mencegah ada banjir di pesisir, mengurangi sendimentasi di sungai dan kualitas air di sekitarnya. Hal ini juga diperkuat dengan laporan kesimpulan Danish Hydraulic Institute (DHI) pada 2011 yang menjadi konsultan Kementerian Luar Negeri dalam mengkaji dampak lingkungan dari terbentuknya 17 pulau reklamasi tersebut. Dokumen ini dengan jelas, reklamasi membuat terjadi perlambatan kecepatan arus, material lama tertinggal, sendimentasi logam berat, sehingga yang ada ini makin memperparah pencemaran dan sedimentasi. Selain itu juga dapat dipastikan, akibat lanjutan dari reklamasi dapat membunuh biota di sekitar wilayah tersebut. Hal ini tentu akan merugikan masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan, yang juga menjadi korban dari segi sosial proyek reklamasi. Masalahbsosial lainnyanadanya sekitar 18 ribu nelayan plus anak buah kapal, tidak mudah merelokasi mereka.

  1. Bahaya Tanah Reklamasi Tanah reklamasi sangat rentan terhadap likuifaksi selama gempa bumi yang dapat memperkuat jumlah kerusakan yang terjadi pada bangunan dan infrastruktur. Subsidence adalah masalah lain, baik dari pemadatan tanah pada lahan diisi, dan juga ketika lahan basah diapit oleh tanggul dan dikeringkan untuk polders dan rawa dikeringkan akhirnya akan tenggelam di bawah permukaan air di sekitarnya, meningkatkan bahaya dari banjir.

  1. Peninggian Air Laut Peninggian muka air laut karena area yang sebelumnya berfungsi sebagai kolam telah berubah menjadi daratan. Akibat peninggian muka air laut maka daerah pantai lainya rawan tenggelam, atau setidaknya air asin laut naik ke daratan sehingga tanaman banyak yang mati, area persawahan sudah tidak bisa digunakan untuk bercocok tanam, hal ini banyak terjadi diwilayah pedesaan pinggir pantai. Peninggian muka air laut karena area yang sebelumnya berfungsi sebagai kolam telah berubah menjadi daratan. Akibat peninggian muka air laut maka daerah pantai lainya rawan tenggelam, atau setidaknya air asin laut naik ke daratan sehingga tanaman banyak yang mati, area persawahan sudah tidak bisa digunakan untuk bercocok tanam, hal ini banyak terjadi diwilayah pedesaan pinggir pantai.

  1.  Musnahnya tempat hidup hewan dan tumbuhan pantai sehingga keseimbangan alam menjadi terganggu, apabila gangguan dilakukan dalam  jumlah besar maka dapat mempengaruhi perubahan cuaca serta kerusakan planet bumi secara total. Pencemaran laut akibat kagiatan di area reklamasi dapat menyebabkan ikan mati sehingga nelayan kehilangan lapangan pekerjaan.

  1. Wilayah pantai yang semula merupakan ruang publik bagi masyarakat akan hilang atau berkurang karena akan dimanfaatkan kegiatan privat. Dari sisi lingkungan banyak biota laut yang mati baik flora maupun fauna karena timbunan tanah urugan sehingga mempengaruhi ekosistem yang sudah ada. System hidrologi gelombang air laut yang jatuh ke pantai akan berubah dari alaminya. Berubahnya alur air akan mengakibatkan daerah diluar reklamasi akan mendapat limpahan air yang banyak sehingga kemungkinan akan terjadi abrasi, tergerus atau mengakibatkan terjadinya banjir atau rob karena genangan air yang banyak dan lama.

  1. Aspek sosialnya, kegiatan masyarakat di wilayah pantai sebagian besar adalah petani tambak, nelayan atau buruh. Dengan adanya reklamasi akan mempengaruhi ikan yang ada di laut sehingga berakibat pada menurunnya pendapatan mereka yang menggantungkan hidup kepada laut.

  1. Aspek ekologi, kondisi ekosistem di wilayah pantai yang kaya akan keanekaragaman hayati sangat mendukung fungsi pantai sebagai penyangga daratan. Ekosistem perairan pantai sangat rentan terhadap perubahan sehingga apabila terjadi perubahan baik secara alami maupun rekayasa akan mengakibatkan berubahnya keseimbangan ekosistem. Ketidakseimbangan ekosistem perairan pantai dalam waktu yang relatif lama akan berakibat pada kerusakan ekosistem wilayah pantai, kondisi ini menyebabkan kerusakan pantai.

  1. Dampak lingkungan hidup yang sudah jelas nampak di depan mata akibat proyek reklamasi itu adalah kehancuran ekosistem berupa hilangnya keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati yang diperkirakan akan punah akibat proyek reklamasi itu antara lain berupa hilangnya berbagai spesies mangrove, punahnya spesies ikan, kerang, kepiting, burung dan berbagai keanekaragaman hayati lainnya.

  1. Dampak lingkungan lainnya dari proyek reklamasi pantai adalah meningkatkan potensi banjir. Hal itu dikarenakan proyek tersebut dapat mengubah bentang alam (geomorfologi) dan aliran air (hidrologi) di kawasan reklamasi tersebut. Perubahan itu antara lain berupa tingkat kelandaian, komposisi sedimen sungai, pola pasang surut, pola arus laut sepanjang pantai dan merusak kawasan tata air. Potensi banjir akibat proyek reklamasi itu akan semakin meningkat bila dikaitkan dengan adanya kenaikan muka air laut yang disebabkan oleh pemanasan global.
Share:

BMW Kembangkan Mobil Canggih yang Bisa Diparkir Menggunakan Smartwatch

Smartwatch nampaknya bakal tak hanya berguna sebagai penampil notifikasi email atau pesan belaka. Sebuah jam tangan pintar dalam beberapa waktu mendatang juga bakal bisa dipakai sebagai sarana untuk memarkir mobil secara otomatis. Dan hal inilah yang kini tengah dikembangkan oleh produsen mobil asal Jerman, BMW.
Prototype mobil MBW i3 menurut rencana akan dipamerkan pada ajang CES 2015 yang berlangsung di Las Vegas. Dan seperti yang diungkapkan di atas, mobil tersebut bakal dilengkapi dengan kemampuan untuk memarkir sendiri. Hal tersebut bisa dilakukan berkat keberadaan fitur Remote Valet Parking Assistant.
bmw
Kemampuan untuk bisa parkir secara otomatis tersebut bisa dilakukan berkat keberadaan sensor laser yang tersemat pad mobil tersebut. Dengan adaya sensor tersebut, memungkinkan mobil untuk bisa menghindari kalau ada halangan pada jalur lajunya.
Namun pihak BMW sendiri mengungkapkan kalau prototype mobile tersebut masih kurang sempurna. Selain itu, mobil BMW tersebut juga bakal sering mengalami benturan pada saat dijalankan secara otomatis. Jadi, masih ada tahap pengembangan selanjutnya dari mobil itu.

Source: http://www.beritateknologi.com
Share:

JENIS DAN FUNGSI DRONE



Drone adalah pesawat tanpa awak  yang dikendalikan dari jarak jauh. Dahulu mungkin orang  mengenal drone atau pesawat tanpa awak digunakan oleh militer untuk memata-matai musuh di daerah konflik. Tapi kini Drone non militer menjadi hobi baru, penggunanya juga sangat beragam mulai dari anak sekolah hingga profesional.
Jenis dan Fungsi Drone

Fungsi Drone
Drone atau pesawat tanpa awak selain digunakan untuk militer sudah mulai dikembangkan untuk misi pencarian dan penyelamatan.

Pesawat drone juga sudah mulai dikembangkan untuk keperluan jurnalistik, misalnya  untuk memotret, merekam video dan pengumpulan data. Selain itu  juga mulai dipergunakan untuk pengiriman barang dan makanan.

Fungsi drone bisa dikembangkan oleh siapa saja yang memiliki keahlian khusus, digunakan untuk apa dan seperti apa pengendaliannya. Belakangan ini drone masih dikendalikan secara manual atau menggunakan remote kontrol. Namun  sekarang drone bisa dikendalikan secara semi otomatasi menggunakan sistem algoritma pada unit kontrol drone itu sendiri.
Jenis Jenis Drone
Drone ada 2 jenis (Berdasarkan baling baling)  :
  • Fixed wing Drone ( Tunggal)
Drone jenis ini berbentuk seperti pesawat komersial dan digunakan untuk proses yang cepat, daya jangkau lebih cepat serta lebih luas, biasanya untuk pemetaan (mapping) atau  konsepnya seperti scaning. Drone jenis Fixed wins memiliki Energi lebih irit baterai karena single baling baling.
Fixed wing Drone
  • Multicopter Drone (Multi)
Untuk Anda yang ingin membuat video yang bagus sangat cocok memilih drone yang multi copter dikarenakan Lebih stabil dan daya angkut serta kekuatan untuk mengangkat beban (kemera) bisa yang lebih berat. Semakin banyak baling baling semakin stabil dan lebih aman.
Multicopter Drone
Jenis baling baling :
a.       3 baling baling (3Copter)
b.      4 baling baling (Quadcopter)
c.       6 baling baling (HexaCopter)
d.      8 Baling baling (Octacopter)


SSource: http://www.artikelteknologi.com

Share: